Minggu, 27 November 2016

MOTIVASI HIDUP

Betapa Bernilai Kehidupan Ini


             Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walaupun hidupnya sederhana, tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.
             Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. dia tak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. hanya sekedar melewat hari ntuk menunggu kapan akan mati. pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan idak memilik arti.
            "Dari pada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantungkan dirinya di sebatang pohon.
              Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantungkan diri di dahanku yang telah berumur ini. sayang, bila dia patah. padahal setiap pagi banyak burung yang hinggap disitu, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada disekitar sini.
             Dengan bersungut-sungut , si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "hai anak muda. kamu lihat diatas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. jika kamu mau bunuh diri, siahkan pindah ketempat lain. kasihanilah lebah dan manuia yang telah bekerja keras tetapi tiak dapat menikmati hasilnya.
             Sekali lagi, tanpa menjaab sepatah katapun, si pemuda  berjalan mencari pohon yang lain. kata yang di dengar pun tidak jauh berbeda, "anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan umtuk sekedar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. tolong jangan mati disini".
              Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, "bahkan sebatang pohon pun begitu menghargai kehidupan ini. mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik,dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk laiinya."
              Segera timbul kesadaran baru . "aku manusia, masih muda,kuat,dan sehat. tidak pantas aku melenyapkan kehidupannku sendiri. mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja keras dengan baik untuk bisa pila bermanfaat  bagi makhluk lain".
              Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semnagt dan perasaan lega.





Jangan lupa bersyukur dan bahagia. heheh
selamat membaca readers !! dan jangan lupa komen yaa. hehe

Minggu, 20 November 2016

asal-usul situ bagendit paris van java

Dongeng Situ Bagendi


Diceritakan kembali oleh : Dhian silviani (Dhisi)

Situ Bagendit - Telaga Bangendit, Jawa Barat

Pada zaman dahulu hiduplah seorang janda yang kaya raya,bernama Nyai Bagendit.
Ia tinggal di sebuah desa di daerah Jawa Barat.
Nyai Bagendit mempunyai harta yang berlimpah ruah.
Akan tetapi,ia sangat kikir dan tamak.
Ia juga sangat sombong,terutama pada orang-orang miskin.
Suatu hari Nyai Bagendit mengadakan selamatan karena hartanya bertambah banyak.
Ketika selamatan itu berlangsung,datanglah seorang pengemis.
Keadaan pengemis itu sangat menyedihkan.
Tubuhnya sangat kurus dan bajunya compang-camping.
“Tolong Nyai,berilah hamba sedikit makanan,”pengemis itu memohon.
Melihat pengemis tua yang kotor dan compang-camping masuk ke rumahnya,Nyai Bagendit itu marah dan mengusir pengemis itu.
“Pengemis kotor tidak tahu malu,pergi kau dari rumahku,”bentak Nyai Bagendit.
Dengan sedih pengemis itu pergi.
Keesokan harinya masyarakat disibukkan dengan munculnya sebatang lidi yang tertancap di jalan desa.
Semua orang berusaha mencabut lidi itu.
Namun,tidak ada yang berhasil.
Pengemis tua yang meminta makan pada Nyai Bagendit muncul kembali.
Dengan cepat ia dapat mencabut lidi itu.
Seketika keluarlah pancuran air yang sangat deras.
Makin lama air itu makin deras.
Karena takut kebanjiran,penduduk desa itu mengungsi.
Nyai Bagendit yang kikir dan tamak tidak mau meninggalkan rumahnya.
Ia sangat sayang pada hartanya.
Akhirnya,ia tenggelam bersama dengan harta bendanya.
Penduduk yang lain berhasil selamat.
Konon,begitulah asal mula danau yang di kemudian hari dinamakan Situ Bagendit.

Amanat :”Jadi orang janganlah kikir,sombong,dan tamak terhadap harta”.
Nilai :”Moral,dalam kehidupan sehari-hari”.



Terima kasih sudah berkunjung !!

sumber :http://folktalesnusantara.blogspot.co.id/2008/12/asal-mula-situ-bagendit.html